Beranda > General > Memetakan LKP Melalui Penilaian Kinerja

Memetakan LKP Melalui Penilaian Kinerja

 

 

Pembukaan Ortek Makassar-PK LKP 2011

Berbagai upaya untuk membenahi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tidak henti-hentinyandilakukan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. Salah satunya adalah penilaiaan LKP Berbasis Kinerja.  Penilaian Kinerja LKP tahun ini akan “menyisir” 1500 lembaga yang meliputi 8 wilayah kerja BP2PNFI, yang merupakan usulan dinas pendidikan setempat dan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Untuk penilaian kinerja tahun 2011 ini, telah dilakukan pula pelatihan (orientasi teknis) terhadap petugas verifikasi (verifikator) di 8 wilayah regional BPPNFI/P2PNFI, agar memiliki satu persepsi yang sama dan objektif dalam memotret kinerja LKP.

Substansi Penilaian Kinerja LKP adalah: Menggali sejauh mana proses kinerja yang berlangsung di masing-masing LKP pada 4 aspek utama yaitu:

  1. Aspek Kinerja Pemasaran
  2. Kinerja Kinerja sumber Daya Manusia
  3. Aspek Kinerja Operasional/Pelaksanaan
  4. Aspek Kinerja Keuangan

Secara umum aspek kinerja pemasaran akan fokus mendalami seputar peserta didik, Kerjasama, alumni, Penghargaan, program komunikasi pemasaran dan CSR/kemitraan LKP. Aspek Kinerja Sumber Daya Manusia, akan mendalami pola rekrutmen dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, Aspek kinerja operasional meliputi: Pengelolaan LKP, kultur, rencana strategis, Proses KBM, Sarana prasarana LKP, dan pedoman operasional baku dalam pengelolaan lembaga. Aspek kinerja keuangan meliputi Budget/RAPBL dan laporan keuangan lembaga.

Keempat aspek penilaian kinerja tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dan masukan kepada berbagai instansi terkait dengan 5 tujuan yaitu:

  1. Memberikan umpan balik kepada LKP untuk terus meningkatkan kinerja pada masa mendatang
  2. Memberikan arah kebijakan kepada Ditbinsuslat, Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan LKP
  3. Memberikan arah bagi P2PNFI/BPPNFI dalam mengembangkan program dan pengembangan SDM LKP
  4. Memberikan masukan kepada organisasi mitra (HIPKI/HISPPI/ Organisasi Profesi) dalam pembinaan anggotanya
  5. Memberikan masukan kepada LSK dalam mengembangkan sistem Uji Kompetensi dan pembinaan Tempat Uji Kompetensi (TUK)

Kegiatan verifikasi penilaian kinerja LKP, verifikator akan melakukan 4 tahapanverifikasi yaitu: Telaah dokumen, wawancara (interview), pengamatan (observasi), dan periksa silang (cross-check).  Telaah dokumen dilakukan untuk meneliti dan mengamati apakah dokumen yang disajikan merupakan satu proses rangkaian panjang seiring berjalannya aktivitas LKP, atau baru dibuat untuk konsumsi penilaian kinerja semata yang bersifat dokumen sesaat.

Hasil temuan terhadap dokumen ditindaklanjuti dengan wawancara yang relevan terhadap unsur-unsur manajemen LKP, pimpinan LKP, Tenaga pendidik dan karyawan, alumni, mitra kerja dan masyarakat. Wancara dilakukan untuk mendalami dan menelaah secara dalam dan cermat proses kinerja dari semua aspek yang telah dijalankan oleh LKP sasaran. Dilakukan juga proses pengamatan terhadap beberapa bagian yang dipaparkan dan disajikan oleh LKP untuk memastikan kebenaran data. (relevansi antara paparan, dokumen, dan fakta) Observasi langsung terhadap  ruang belajar, laboratorium/ruang praktik, sarana dan prasarana, termasuk semua sistem administrasi, diharapkan akan dapat mengkonformasi antara dokumen, paparan dan fakta yang ada.

Tindakan cross-check akan dilakukan oleh verifikator terkait semua temuan kepada pihak-pihak terkait, bisa kepada unsur yang berasal dari LKP, bisa juga kepada unsur di luar LKP secara acak (triangulasi action). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data objektif, data yang apa adanya, transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Diharapkan tidak ada data, paparan, maupun realitas yang direkacipta dalam waktu singkat, tetapi merupakan proses kinerja yang berrtahap dan mencerminkan proses perjalanan lembaga kursus dan pelatihan (LKP)

Ortek terhadap verifikator penilaian kinerja LKP tahun 2011 telah dilakukan secara marathon oleh Tim Penilai Pusat. Berawal dari BPPNFI Regional IV surabaya dan Regional VII Mataram, BPPNFI Regional I Medan, P2PNFI Jayagiri Bandung, Balai Regional V Makasar dan Balai Regional VII Banjar Baru, serta Balai Regional VIII Papua. Sebagai rangkaian akhir dari kegiatan Ortek Verifikator, akan dilakukan terhadap verifikator dari P2PNFI Ungaran Jawa Tengah 22-25 Juni 2011. Setelah selesainya kegiatan ortek ini, segera verifikator akan melakukan kegiatan verifikasi terhadap 1500 LKP yang telah ditetapkan, meliputi 33 provinsi  di 8 wilayah kerja P2PNFI/BPPNFI.seluruh Indonesia.

Kepada seluruh LKP yang menjadi sasaran penilaian kinerja, kepada seluruh verifikator Penilaian Kinerja LKP tahun 2011,  dan Tim Penilai Pusat PK_LKP Tahun 2011. Selamat bekerja dengan penuh semangat dan sikap kerja profesional yang tinggi, Untuk kejayaan Pendidikan Non Formal Indonesia, dan untuk seluruh pendidikan masyarakat yang semakin baik di masa mendatang…Semoga/Iwan Putra : Tim Pusat Penilaian Kinerja LKP Tahun 2011

 

Kategori:General
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: