Beranda > Uncategorized > Mobil Murah di Indonesia Terkendala Regulasi

Mobil Murah di Indonesia Terkendala Regulasi

Accord

KONSUMEN Indonesia sepertinya harus menunda mimpinya untuk bisa mengendarai mobil murah dan ramah lingkungan dalam waktu dekat. Sebab, pemerintah hingga akhir tahun 2010 belum juga mengeluarkan regulasi bagi produsen otomotif untuk memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan di tanah air.

Padahal, pemerintah sudah pernah menyatakan regulasi itu keluar paling lambat tahun 2010 lalu sehingga mobil sudah bisa diproduksi pada tahun 2012.

Meski kebijakan pemerintah itu mundur dari jadwal yang ditetapkan, pemerintah tetap optimistis program yang dicanangkan Indonesia jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan Thailand. Untuk itu, pemerintah berupaya agar investasi di sektor otomotif tetap masuk ke Indonesia dan impor mobil dari Thailand atau negara lain dijaga tetap kecil.

Menurut Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) proses pembuatan regulasi memerlukan kajian yang mendalam sehingga bisa diterima para pelaku industri otomotif.

Terkait dengan regulasi sejenis yang dikeluarkan pemerintah Thailand, dinilai Budi, memang cepat dan responsif. Namun, kurang tepat karena pihak produsen otomotif harus membuat 100.000 unit kendaraan per tahun agar bisa memperoleh insentif sehingga menyulitkan pihak pabrikan untuk memasarkannya. Itu sebabnya pemerintah tetap optimistis regulasi yang akan dikeluarkan pada tahun ini tetap menarik minat pihak pabrikan dunia.

Di Indonesia, beberapa prinsipal otomotif dunia sudah menyatakan kesiapannya menggarap mobil murah dan ramah lingkungan. Persiapan juga sudah dilakukan yang ditandai kegiatan riset dan pengembangan seperti survei di lapangan. Pabrikan yang sudah siap di antaranya Daihatsu dan Suzuki. Kalau semuanya lancar, mobil murah rakitan Indonesia akan muncul pada tahun 2013-2014.

Sementara itu, produksi mobil di Indonesia di sepanjang tahun lalu mengalami kenaikan signifikan 56,8 persen dibandingkan dengan tahun 2009. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi mobil mencapai 640.839 unit.

Mobil di segmen 4 x 2 seperti multipurpose vehicle (MPV), sport utility vehilce (SUV), dan hatchback memberikan kontribusi terbesar yakni 434.611 unit atau 67,8 persen. Kendaraan komersial yakni pikap dan truk di posisi kedua dengan produksi 186.014 unit atau 29 persen. Sisanya adalah sedan, bus, dan kendaraan 4 x 4.

Di sisi lain, aktivitas produksi yang meningkat tak diimbangi kinerja ekspor yang baik. Ekspor mobil secara utuh ke beberapa negara hanya 76.947 unit. Jumlah itu masih jauh dari pencapaian tertinggi 2008 sebesar 100.982 unit. Meski demikian, pencapaian tahun ini tetap meningkat 53,8 persen dari periode yang sama tahun lalu, 50.008 unit.

Bebin Djuana, Deputy General Manager Overseas Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Motor melihat ekspor mobil sebenarnya bisa lebih tinggi lagi. Meski pasar ekspor global positif karena melonjaknya permintaan, kondisi ekspor masih terganggu karena nilai tukar yen dan rupiah yang tinggi.

Saat ini ada sejumlah komponen pembuatan mobil yang masih diimpor dari Jepang sehingga memakai yen sebagai mata uang transaksi. Komponen yang diimpor merupakan material utama yakni baja, mesin, dan transmisi. Di sisi lain, mobil rakitan Indonesia dijual dengan menggunakan dolar AS sehingga selisih keuntungannya tidak begitu besar. (ovi) ***

 

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: