Beranda > Otomotive News > Hindari Penggunaan Bensin Bertimbal

Hindari Penggunaan Bensin Bertimbal

Seperti umumnya komponen otomotif lainnya, catalyk converter juga memiliki keterbatasan. Agar tetap berfungsi normal dan bekerja optimal, mesin seharusnya tidak boleh menggunakan bahan bakar yang memakai timbal. Alasannya timbal yang berfungsi melumasi silinder (klep) tidak dapatterbakar atau larut dalam proses pembakaran.Timbal akan keluar sebagai material padat yang tidak dapat disaring oleh catalytic converter. Timbal akan menumpuk pada saringan yang bisa menyumbat sistem pembuangan tadi. Sisa pembakaran yang tidak keluar bisa menyebabkan mesin menjadi rusak, bahkan tak mau hidup karena tertutup. Kalau sudah tersumbat, mau tidak mau harus mengganti dengan yang baru.

“Secara umum catalytic conventer tidak memerlukan perawatan yang khusus. Yang penting pemilik kendaraan harus selalu menggunakan bahan bakar tanpa timbal. Itu saja yang harus dilakukan karena kalau sudah rusak harganya sangat mahal, mencapai jutaan rupiah. Selama memakai bahan bakar tanpa timbal, kinerja catalytic converter akan tetap baik. Pasalnya, pabrikan telah merancang alat ini untuk masa pakai yang cukup lama,” kata Toni Sugiharto Koswara.

Umumnya mobil yang menggunakan catalytic converter, pada tutup tangki bensinnya terdapat tulisan unleaded gasoline atau bensin tanpa timbal. Selain itu, corong lubang bensin juga dirancang sesuai dengan gun hose khusus bensin pertamax. Tentang kemungkinan mencopot alat catalytic conventer bila pemilik kendaraan ingin menggunakan bahan bakar premium, menurut Toni, secara teknis itu bisa dilakukan. Namun pemilik kendaraan harus menanggung dampaknya seperti kinerja mesin menjadi kurang optimal. Pasalnya, pada catalytic converter ada sejumlah sensor yang berhubungan dengan ECM (Engine Control Machine). “Yang perlu diperhatikan, catalytic converter jangan dicopot dari sistem pembuangan,” kata Toni.

Untuk mengetahui apakah rangkaian sistem catalytic converter masih bekerja atau tidak. Pabrikan melengkapi kendaraan dengan teknologi engine check berupa lampu indikator di panel instrumen. Normalnya indikator ini akan menyala sebentar langsung mati saat mesin dinyalakan. Sebaliknya kalau ada masalah, lampu indikator akan berkedip-kedip saat mesin hidup.

Untuk mengetahui detail kerusakan, pemilik kendaraan harus datang ke bengkel yang memiliki alat scanner. Alat ini dihubungkan kabel konektor yang ada di bawah dasboard depan. Pada layar scanner akan terbaca kerusakan elektronik apa saja yang terjadi

Kategori:Otomotive News
  1. Februari 14, 2012 pukul 7:09 am

    TuanHarap beri aaamlt dan bila kursus dlm masa terdekat ini.Sekian Terima kasihFuad Fadzil0172962078

  2. irwanadmin
    Februari 15, 2012 pukul 8:51 am

    Insya Allah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: