Beranda > Serba Serbi > Banyak Guru di Kabupaten Solok Tidak Layak Mengajar

Banyak Guru di Kabupaten Solok Tidak Layak Mengajar

Ribuan Guru di Kabupaten Solok Tak Layak Mengajar

Solok, Kompas – Guna lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), pemerintah daerah setempat melakukan pendataan ulang terhadap keberadaan guru. Dari hasil pendataan, ternyata ribuan guru dinilai tidak layak mengajar. Selain itu, ditemukan juga bahwa untuk semua jenjang pendidikan (SD-SLTA) terdapat kekurangan guru sebanyak 1.400 orang.

“Potret guru masa kini bagai potret buram dan membuat kita prihatin. Bagaimana menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan diperhitungkan kalau gurunya saja tak layak mengajar,” kata Drs H Maznitos, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Solok, dalam dialog/lokakarya pendidikan yang diselenggarakan Forum Aktivitas Wartawan Solok (FAWS) di Kotabaru, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, ketidaklayakan guru-guru tersebut mengajar dilihat dari sisi pendidikan yang mereka peroleh. Kemampuan akademik mereka tidak sesuai dengan tuntutan yang ada. Guru SD, misalnya, tidak semuanya berpendidikan diploma dua. Guru SLTP masih ada yang belum berpendidikan diploma tiga, juga tidak seluruh guru SLTA berpendidikan sarjana.

Hasil pendataan, dari 3.134 guru SD/MI hanya 2.035 (64,97 persen) guru yang layak mengajar. Sisanya, sebanyak 778 guru (24,84 persen) semi layak dan 319 guru (10,19 persen) dinilai tidak layak mengajar. Kondisi tersebut, menurut Maznitos, diperburuk oleh ketidakcukupan guru hampir di semua SD. Dari 474 SD dan MI yang ada, tidak satu pun yang mempunyai guru lengkap menurut standar kebutuhan minimal secara nasional. Idealnya, setiap SD/MI memiliki 15 guru dan pegawai administrasi.

“Namun, di Kabupaten Solok, tidak ada SD yang memiliki pegawai administrasi. Pada umumnya dijabat rangkap oleh guru. Sementara jumlah guru di setiap SD/MI maksimal hanya sembilan. Khusus di daerah yang jauh dari pusat kecamatan, jumlah guru bahkan ada dua atau tiga orang saja, termasuk kepala sekolah,” ungkapnya.

Kondisi guru SLTP/MTs juga tidak terlalu menggembirakan. Dari. 1.600 guru yang ada, hanya 890 (55,63 persen) yang dinilai layak mengajar. Sementara 246 guru (15,38 persen) termasuk kelompok semi layak mengajar, sedangkan sisanya sebanyak 303 orang (18,94 persen) justru termasuk kelompok yang tidak layak mengajar.

Menurut Maznitos, kondisi guru SLTA lebih baik daripada guru SD dan SLTP. Dari 719 orang guru yang ada, setidaknya 525 (73.08 persen) termasuk kelompok yang layak mengajar. Sebanyak 166 (23,08 persen) masuk kelompok semi layak dan hanya 28 guru (3,85 persen yang dinilai tidak layak mengajar.

Kendati begitu, kata Maznitos, kenyataan itu tak membuat pihaknya pesimistis. Malah dengan temuan itu pihaknya bisa menyusun program yang tepat guna dan tepat sasaran. Untuk meningkatkan kualifikasi guru, misalnya, pihaknya sudah bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang.

Secara bertahap, guru berpendidikan diploma dua diberi kesempatan mengikuti pendidikan diploma tiga dan yang berpendidikan diploma tiga diberi kesempatan mendapat pendidikan sarjana. “Pada akhirnya, semua guru mempunyai kelayakan untuk mengajar, terutama dari segi akademik,” tambahnya.

Sedang untuk menutupi kekurangan guru, juga telah diambil kebijakan dengan mengangkat guru honor. Pada tahun 2002, setidaknya 600 guru honor disebarkan hampir ke semua sekolah yang kekurangan guru. Sebagian besar guru honor tersebut ditempatkan di SD karena kekurangan guru SD termasuk paling besar dibandingkan dengan SLTP dan SLTA. (NAL)

Kategori:Serba Serbi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: