Beranda > Beranda > Catatan Akhir Tahun 2008

Catatan Akhir Tahun 2008

Sesaat lagi kita semua akan meninggalkan tahun 2008 yang penuh kenangan dengan segala keberuntungan dan tertundanya keberhasilan, dan akan memasuki tahun 2009 dengan segala mimpi, cita-cita dan harapan.

Mengutip kata Mas Eep Saefulloh Fatah, Mimpi merupakan 1/2 cita-cita, cita-cita merupakan 1/2 rencana, rencana merupakan 1/2 kerja, dan kerja merupakan 1/2 keberhasilan. Tentu hal ini merupakan satu ungkapan yang perlu dimaknai secara dalam dan tajam. Apakah tahun 2009 merupakan tahun mimpi atau 2009 tahun keberhasilan, tapi itu semua tentu harus direalisasikan dengan upaya dan kerja keras.

Jika Kerja merupakan 1/2 keberhasilan… Maka apa itu keberhasilan? tentu kita bersama harus menjawabnya menurut sudut pandang dan daya fikir masing-masing kita. Paling tidak marilah kita mulai dari hal-hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan Mulai Saat Ini.

Tahun 2009 tentu Tahun yang memendam harapan dan cita-cita. Harapan bagi para Caleg, Harapan bagi para Capres, Harapan pemuda untuk mendapatkan pujaannya, harapan bayi untuk susu ibunya dan bayak harapan dari masing-masing jiwa. Hal ini tentu menjadi sangat berat jika masing-masing jiwa harus meraihnya sendiri-sendiri. Bayi tidak akan dapat memaksakan keluarnya air susu ibunya disaat kesehatan ibu2 Indonesia dalam keadaan “sakit”

Capres tidak akan bisa hanya mengandalkan Iklan, demikian juga para Caleg mustahil dapat mengadu peruntungan hanya dengan mengandalkan penempelan poster dan pamplet secara “sembunyi-sembunyi ” ditembok rumah warga, menempelkan foster pada pohon-pohon yang sangat mengganggu keindahan kota.

Bagaimana juga seorang pemuda ingin mempersunting gadis pujaan hatinya, disaat yang sama dia belum bekerja, karena sangat sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, padahal calon mertua juga mempertimbangkan status calon menantunya.

Tahun 2009, tentu merupakan tahun yang berat sekaligus tahun pengharapan, hal ini membutuhkan kerja sama besar dan sistematis. Harus dilakukan kerja besar secara bersama-sama dan melembaga. Mulailah setiap jiwa bekerja keras untuk kemajuan semua, jangan sekedar “Narsis” ber-iklan dan menyuguhkan gambar diri tanpa pernah berusaha melakukan perubahan dari diri sendiri… Tentu masih banyak calon pemimpin kita yang potensial, dan disinilah dibutuhkan kerja bersama untuk menentukan pemimpin bersama, yang sejati dan memiliki hati nurani.

Kuncinya adalah Solidaritas Untuk Indonesia, Solidaritas untuk Menentukan Pimpinan Nasional kita, yang dapat membawa seluruh warga bangsa menuju harkat dan martabat, diantara sesama warga bangsa dan ditengah percaturan dunia Internasional…….Selamat Tahun Baru 2009 Semoga Sukses.

Kategori:Beranda
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: