Beranda > Beranda > Penyusunan Instrumen BAN-PNF

Penyusunan Instrumen BAN-PNF

Lokakarya BAN-PNFJakarta, 27-28 Juni diselenggarakan Loka Karya Oleh BAN-PNF bertempat di Hotel Maharani Jakarta Selatan, kegiatan ini sekaligus finalisasi penyusunan Instrumen akreditasi program kursus dan satuan pendidikan non formal.

Kegiatan lokakarya ini bertujuan untuk memperoleh masukan tentang akreditasi PNF berdasarkan 8 parameter (standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan) yang disesuaikan untuk masing-masing satuan dan program PNF.    

 

Menurut Tomi Harjdjanto dan Imam Waluyo dari BAN-PNF Jika kita meninjau ke PP No.19 tahun 2005, standar yang ada perlu diaplikasikan secara cermat agar sesuai dengan ciri / karakteristik PNF. Kemudian spektrum dalam pendidikan sangat beragam, tentu untuk memutuskan hal ini harus berhati-hati. Kompetensi adalah kemampuan keterampilan yang sangat kompleks, tergantung jenis keahlian yang akan dicapai. Kompetensi harus menggambarkan kinerja atau dunia kerja yang riil, karena akan sangat berbeda jenis kompetensi antara pendidikan nonformal dan pendidikan formal. Akreditasi bertujuan untuk memberikan penilaian secara obyektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kelayakan suatu program dan satuan PNF berdasarkan atas kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 

 

Ruang lingkup penyelenggaraan akreditasi PNF adalah kelembagaan dan program pada seluruh satuan PNF yang berstatus pemerintah maupun swasta, dan bersifat sukarela.

 

Akreditasi merupakan pilihan, tidak ada keharusan bagi satuan PNF untuk mengikuti akreditasi karena akreditasi dapat diajukan bila satuan pendidikan menginginkannya demikian penjelasan Ir. Surono. M.Phil dari BNSP. Alasan lain adalah suatu satuan pendidikan dapat menilai dirinya sendiri apakah ia akan mengukur mutu dan akuntabilitas serta memerlukan pembinaan dan pengembangan. Bahkan akreditasi langsung oleh masyarakat pengguna juga dapat digunakan sebagai tolok ukur kemajuan Lembaga dan program PNF. Alasan tersebut dapat memberikan pilihan bagi masing-masing satuan pendidikan PNF untuk mengikuti akreditasi atau tidak.

 

Peserta Lokakarya berasal dari praktisi Program PAUD, Program Kursus Sekertaris, Program Kursus Akupuntur, Program Kursus Bahasa Inggris, Program Kursus Otomotif, Program Kursus Tata Rias, dan Program Kursus Tata Busana.

 

Adapun yang menjadi Tim Penyusun Instrumen Akreditasi pada kegiatan ini adalah :

  1. Prof. Dr. Jamaris Jamna, M.Pd
  2. Prof.Dr. WP Napitupulu
  3. Prof.Dr. Sri Darma ST.MM
  4. Edy Bactari, S.Sos
  5. Prof.Dr. Mungin Eddy Wibowo P.Pd.Kons
  6. Dra. Mareta Wahyuni M.Pd
  7. Dra. Enah Suminah, M.Pd
  8. Prof.Dr. H. Djaali
  9. Diah Purwita, Spd.MM
  10. Maiyarnis.SH
  11. Dr. Nazrina Zuryani, MA
  12. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA
  13. Taty Syarwani
  14. Maria Bernadeth
  15. Dra. Inez Mutiara Tedjosumirat
  16. Dra. Rita Kardinasari, M.Msi(Psi), CPHR
  17. Drg. Sri Murniati
  18. Dr. Francesca Ivana Dian Utama
  19. Irwan Putra
  20. Ir. Surono, M.Phil
  21. Dra. Rukimini Tri Rochani
  22. Dra. Nuraeni Ekaningrum,M.pd
  23. Drs. Cecep Suryana
  24. Ir. Purwanto
  25. Dr. Maruf Akbar
  26. Dra. Nurbiana Dhieni, M.Psi
  27. Prof. Dr. Sugeng Santoso, MA
Kategori:Beranda
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: