Beranda > Otomotif News > Pastikan Spesifikasi Ban

Pastikan Spesifikasi Ban

Ban yang dipakai kendaraan tidaklah sama, bergantung pada kegunaan mobil tersebut. Jenis sedan, misalnya, memiliki spesifikasi yang berbeda untuk mobil kategori angkutan umum. Pabrikan ban telah merancang ban sesuai peruntukan yang dibedakan berdasarkan kode spesifikasi. Angka spesifikasi ban umumnya tertera pada dinding samping yang menunjukkan lebar ban, diameter dalam dan ply rating.

Standar kode spesifikasi yang banyak diadopsi pabrikan ban adalah berdasarkan sistem ISO (International Standardization Organization), misalnya kode 195/70R14 86 H. Angka 195 menunjukkan lebar ban dalam inci (ban bias) atau mili meter (ban radial). Kemudian H berarti kecepatan maksimum yang diizinkan saat memakai ban ini. Kode 14 merupakan diameter pelek dalam inci, 70 merupakan aspect ratio tinggi lebar ban dalam persen, R adalah jenis ban dan 86 menunjukkan kapasitas mengangkut beban atau load index.

Sebagai referensi, kode kecepatan maksimum yang diizinkan oleh pabrikan ban umumnya dibedakan dalam 12 huruf yang berbeda. Kode K berarti ban bisa dipacu hingga kecepatan maksimum 110 km/jam. Selanjutnya L 120 km/jam, M 130 km/jam, N 140 km/jam, P 150 km/jam, dan Q 160 km/jam. Kode berikutnya R untuk 170 km/jam, S 180 km/jam, T 190 km/jam, U 200 km/jam, H 210 km/jam dan V lebih dari 210 km/jam.Berkaitan dengan ban, yang harus diperhatikan adalah pelek. Pelek roda yang ada dipasaran dapat dibedakan berdasarkan metode pembuatan dan bahannya. Ada dua tipe yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy).

Tipe pelek baja press dibuat dari bahan rim yang dilas ke disc, yaitu komponen yang dibuat dari lembaran baja yang di-press. Konstruksi seperti ini memiliki kelebihan yaitu dalam proses pembuatannya lebih mudah dan cepat diproduksi. Umum­nya jenis pelek ini dipakai untuk mobil yang mengangkut beban berat, seperti angkutan umum dan truk.

Jenis lainnya yaitu pelek campuran besi tuang yang menggunakan bahan campuran logam tertentu, seperti aluminium atau magnesium. Pelek ini dirancang lebih menitik beratkan untuk mempercantik penampilan kendaraan. Itu sebabnya banyak dipakai oleh kendaraan yang berbobot ringan, seperti sedan dan SUV (Sport Utility Vehicle).

 Pada jenis ini, besar kecil ukuran pelek tercetak pada permukaannya yaitu meliputi kode lebar, bentuk dan diameter. Angka 41/2 – J x 13, misalnya, menandakan pelek tersebut memiliki lebar pelek 41/2 inci. Sedangkan huruf J menandakan bentuk peleknya. Kemudian x 13 sebagai diameternya.Pilihlah pelek yang sesuai dengan jenis kendaraan dan beban yang biasa diangkutnya. Jangan pakai pelek aluminium untuk kendaraan penumpang dan barang dalam jumlah besar karena bisa berbahaya.

Kategori:Otomotif News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: