Beranda > Otomotif News > Ban Jangan Asal Pilih

Ban Jangan Asal Pilih

WALAUPUN Lebaran masih beberapa minggu lagi, namun tidak ada salahnya untuk melakukan persiapan lebih dini agar kendaraan yang akan dipakai mudik berada pada kondisi prima. Dari sekian banyak komponen kendaraan bermotor, salah satunya yang penting diperhatikan adalah ban.Fungsi ban cukup penting karena merupakan bagian mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan.

Ban menjadi peranti terakhir yang mengontrol gerak, percepatan, perlambatan, dan pengereman kendaraan. Selain itu, ban juga menopang seluruh berat kendaraan termasuk penumpang yang berada di dalamnya. Fungsi lainnya, ban berperan pula dalam memperlembut kejutan dari permukaan jalan dan menambah kenyamanan berkendara. Dengan semua fungsi tersebut, ban memang layak mendapat perhatian dari pengemudi.Menurut konstruksinya, ban dapat dibedakan berdasarkan carcass, yaitu ban biasa (bias-ply tire) dan ban radial (radial-ply tire). Carcass untuk ban standar disusun dari lapisan-lapisan benang yang membentuk sudut 30 derajat hingga 40 derajat dari garis tengah ban. Susunan seperti ini dimaksudkan agar ban dapat menopang beban pada arah yang memanjang dan melintang.

Namun sebaliknya, saat menerima beban vertikal, lapisan benang cenderung untuk bergerak melengkung atau berubah. Itu sebabnya meski ban standar mampu memberikan kelembutan, namun dalam kemampuan membelok dan daya tahan ausnya kurang baik dibandingkan ban radial.Sebaliknya, carcass ban radial terdiri dari lapisan benang yang tegak lurus dengan garis tengah ban. Konstruksi seperti ini sangat fleksibel pada arah radial, tetapi kurang tahan terhadap beban memanjang terhadap sekeliling roda. Itu sebabnya pada ban radial ditambahkan belt (rigid breaker) yang terbuat dari benang tekstil kuat atau kawat yang dibalut karet. Susunan seperti ini membuat ban radial memiliki kemampuan membelok, melaju pada kecepatan tinggi dengan tingkat keausan yang lebih baik.Teknologi ban terus berkembang.

Para ahli menciptakan model yang memakai ban dalam dan tubeless (tanpa ban dalam). Jenis pertama merupakan varian konvensional yang bercirikan ada ban karet lainnya di dalam ban. Ban jenis ini memiliki kelemahan yaitu cepat kempes saat tertusuk benda tajam, seperti paku. Lain lagi dengan tubeless . Model yang populer disebut ban tanpa ban dalam ini, tidak menggunakan bahan tambahan lagi. Tekanan udaranya justru ditahan oleh ban itu sendiri. Keuntungan terbesar dari jenis tubeless adalah bila tertusuk paku atau benda tajam, ban tidak langsung kempes. Penyebabnya karena ada lapisan dalam ban yang mampu menghasilkan reaksi merapatkan karet secara instan. Sekalipun ban tertusuk saat kendaraan sedang berjalan, tekanan udaranya tidak langsung turun secara tiba-tiba.

Pengemudi pun tidak kehilangan kontrol atas kendaraannya. Ban baru akan kehilangan angin dalam jeda waktu yang relatif lama, tergantung pada ukuran dan berapa besar tusukannya.

Kategori:Otomotif News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: