Beranda > Beranda > Bandung 23 Desember 2006

Bandung 23 Desember 2006

Pekan terakhir tahun 2006 hujan turun rintik dan gerimis. angin bertiup lembut menyapu dedaunan yang basah akibat air mata awan yang tertumpah rindukan bumi. Jemariku kembali sentuh keyboard dengan tarian lembut dan sesekali merenung akan segala hal yang berlalu. Kontemplasi mungkin tapi juga proyeksi pada waktu mendatang. Terasa banyak kegagalan walau didalamnya juga terselip sentuhan keberhasilan dari beberapa hal kecil disudut hati yang dapat menerangi ruang hidup dan putaran waktu.

Aku tidak bisa pastikan untuk saat ini Bandung kota persinggahan atau tujuanku, karena dalam dua tahun berlalu aku menjamahnya dengan langkah dan harapan di setiap akhir pekan, yang pasti aku punya alasan yang sangat kuat untuk mencintai kota ini karena disinilah kutemukan motivasi yang sangat kuat dan logis kenapa aku berbuat dan bertindak ada disini, cintaku, kekasihku, calon dari ibu yang akan melahirkan putra dan putriku kelak, telah dengan setia menunggu kehadiranku disetiap akhir pekan.

Mungkin aku lelaki yang keras tapi tidak juga, banyak terselip kelembutan, kesyahduan, sikap toleransi dan empaty pada bagian terdalam lubuk hatiku. Untuk sementara hanya itu yang dapat kuberikan kepada belahan jiwaku. Jika di urai lebih jauh bagaimana aku mengenalnya sejak awal hingga kini, tentu anda akan merasa lucu tapi bukan tidak mungkin anda juga akan mendapatkan banyak kekaguman terhadap apa yang telah kami lalui berdua, dengan segala kesenangan dan penderitaan. Tapi yang menjadi fakta adalah kami memiliki kekuatan cinta dan mungkin akan sangat jarang cinta diagungkan oleh banyak orang sebaik kami.

Sering ternyata saya dan anda harus bertarung dengan diri sendiri, bahkan mungkin juga mesti terbentur berulang kali untuk menemukan jawaban bagi banyak sekali problematika hidup. Namun kami telah menyadarinya problematika sangat menyenangkan jika datang menjadi rutinitas dalam sisi dan bagian depan kehidupan manusia.

Di akhir pekan desember 2006 ini, ijinkan kami berbagi dengan anda hargailah cinta, sebagaimana cinta telah mengajarkan kita untuk menghargai orang yang kita paling kasihi, biarkan cinta mengusap kening dan menyentuh perasaan kita bagaikan hembusannya pada ilalang dipadang yang luas. Dengan cinta bersama kita lalui semua liku dan lembah kehidupan untuk menuju dataran rendah di ladang petani yang menunggu musim panen dengan perasaan suka cita.

Semoga tahun depan cinta dan kasih kita pada seseorang yang paling dekat dengan hati kita semakin tumbuh dan berkembang layaknya cendawan dimusim hujan dan mekarnya melati dimusim semi, agungkanlah cinta disetiap hembusan nafas karena cinta anugrah paling indah buat dahaga semesta alam raya.

Dari saya jiwa yang merendah penuh cinta buat anda.

Kategori:Beranda
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: