Beranda > Beranda > Mengembara Di Lembah Rembulan

Mengembara Di Lembah Rembulan

Langit yang berkeredap menjelmakan kilatan-kilatan cahaya menjadi penanda bahwa sesaat lalu hujan telah turun. Jalanan yang membasah menjadi jejak-jejak air melepas dahaga tanah-tanah kering. Debu-debu yang menempel di kaca-kaca jendela dan genteng sisa panas tadi siang telah dibuai oleh titik-titik air. Debu-debu itu pun musnah, entah menjelma apa lagi.


Tak ada yang dihantarkan oleh dingin dan sepi selain kerinduan. Kerinduan akan seraut wajah yang mungkin tengah terlelap dan bermimpi dalam pembaringannya. Ah, andainya aku bisa membelah tubuhku, melepaskan tubuh halusku untuk terbang mengintip wajah polosnya saat ia terlelap. Betapa ingin kukendarai angin, diam-diam tak bersuara menyusup melalui sela-sela pintu dan jendela membelai wajahnya, mengusap halus rambutnya. Betapa ingin kunaiki kilatan-kilatan cahaya menerangi gelap di mimpi-mimpinya.
Dia. Ya, dia. Dia yang entah bagaimana awalnya telah menggaritkan segaris ingatan yang tak bisa aku hapuskan dengan bermacam cara. Selalu saja ia menyusup dengan tiba-tiba dan tanpa kusadari telah bermain-main di dalam ruang yang bernama ingatan, menghembuskan semilir pengharapan, meniupkan nafas-nafas cita dan cinta.
Entahlah, apa aku masih memiliki setitik keberanian untuk menghunus pedang dan turun ke medan pertempuran untuk memenangkan hatinya, sedangkan pedang yang dulu aku miliki telah lama patah dalam sebuah pertempuran bertahun-tahun kemarin. Perisai yang pernah aku punyai telah retak dalam sebuah pergulatan melawan takdir. Kini yang aku punyai hanyalah sebuah pena.
Keredap kilatan-kilatan cahaya di langit di luar sana masih belum usai. Gemuruh sayup mengikuti. Masih saja aku di sini, dipermainkan oleh sebuah dunia yang bernama khayalan, mereka-reka peristiwa, menyulamnya menjadi kisah dan cerita.

Kategori:Beranda
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: