Beranda > Beranda > Ketika Awan Berbuah

Ketika Awan Berbuah

Musim kering tlah berlalu seiring bertiupnya angin muson barat menuju padang ilalang dan menyapu bukit didataran rendah. Peluh yang mengering karena terik panas di punggungmu dan punggung kita semakin terasa bagaikan jilatan api yang sesekali membakar kulit.


Saudaraku benih yang kau tanam berupa peluh dan air mata pernah menjadi awan, kini telah berbuah. lihatlah kegelapan nan pekat akan segera turun hujan awan yang kau semah kini telah berbuah… jangan buang kulit jagungmu, jangan buang bungkus makananmu, jangan kau buang lagi segala rintihanmu menjadi air mata, karena hujan segera datang nanti kita kebanjiran.
Kategori:Beranda
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: