Finalisasi Juknis Bansos Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan

Bandung, 22 Maret 2014. Kegiatan finalisasi petunjuk teknis berbagai program di subdit kelembagaan dan Kemitraan,  Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen Paudni diselenggarakan sejak tanggal 20-22 maret 2014.

Muslikh. SH dalam amanat penutupan kegiatan ini menekankan pentingnya memperhatikan ketepatan dari sasaran semua program yang digulirkan, terutama dalam pelaksanaan program bantuan sosial.

Hadir dalam kegiatan ini dari berbagai unsur, baik unsur pemerintah maupun swasta, dari unsur pemerintah diwakili oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan kab/kota, akademisi dari beberapa perguruan tinggi diwilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Konsorsium Kursus dan Pelatihan dan Praktisi.

Pada kegiatan ini juga dilakukan finalisasi berbagai perangkat yang digunakan untuk program Penilaian Kinerja LKP Tahun 2014. Tim Penilaian Kinerja LKP hadir dengan formasi lengkap untuk mempersiapkan perangkat yang dibuthkan, setelah beberapa waktu yang lalu telah menyelesaikan Orientasi Teknis bagi verifikator yang berasal dari SKB dan BPKB.

Pada masa mendatang hampir dipastikan perijinan LKP akan berlaku sepanjang masa tanpa perpanjangan seperti yang berlaku selama ini, namun pengawasan dan monitoring oleh dina pembinanya harus semakin intensif, dan sebagai sanksinya adalah jika LKP melanggar peraturan yang berlaku, maka Ijin Operasionalnya akan dicabut oleh pemerintah.

Demikian juga untuk kegiatan Uji Kompetensi sebagai bagian dari kegiatan penjaminan mutu. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan menekankan agar semua pihak mendukung kegiatan uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi. Hal ini digunakan untuk mengukur penguasaan kompetensi yang dipersyaratkan dunia kerja, oleh karena itu Unsur LKP, Dinas Pendidikan, dan semua pihak untuk terus secara berkesinambungan mensosialisasikan program ini.

Dalam waktu dekat ini akan segara digulirkan Petunjuk Teknis Bansos Apresiasi Lembaga Kursus dan Pelatihan Berprestasi Tingkat Nasional. Arpinus Koto yang terlibat dalam meriview Juknis ini  mengatakan ” Setidaknya Proposal Apresiasi Kursus dari Organisasi Mitra ditingkat Provinsi selambat-lambatnya sudah masuk ke Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan pada akhir bulan Mei tahun 2014.

Perangkat yang tersedia akan segera di publish oleh Ditbinsuslat, maka kepada semua kalangan yang memiliki fokus terhadap program pendidikan dan pelatihan untuk terus mendukung dan mengakses program-program Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia./[iP]

Kategori:Beranda

LKP Nissan Fortuna Kudus & LKP Yoga Expres Cilacap

April 1, 2012 1 komentar

Info Publikasi

Direktorat Pembinaaan Kursus dan Pelatihan Ditjen Paudni Kementrian Pendidikan dan Kebuayaan Republik Indonesia, akan menerbitkan Publikasi Nasional dan Internasional Profil Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Publikasi Nasional dan Internasional Profil Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan ini, akan diproduksi dalam dua bentuk: bentuk cetakan dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan bahasa inggris) kemudian dalam bentuk audio visual (Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris.

Gambaran umum Publikasi Nasional dan Internasional Ditbinsuslat meliputi:

  1. Profil ditbinsuslat sejak tahun 2007
  2. Fakta dan angka seputar kursus dan pelatihan
  3. Best Practicess /success story seputar kursus dan pelatihan.
  4. Untuk point 1 dan 2, secara umum data akan digali berdasarkan data administrasi dan data pustaka yang tersedia di Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, namun demikian untuk point 3, akan diperoleh secara langsung dari LKP yang telah direkomendasikan dalam rapat ditbinsuslat tanggal 13 Maret 2012 dan Workshop tgl 20-22 Maret 2012 di Bogor. Bidang keterampilan yang telah ditetapkan adalah (vokasional – tataboga, kecantikan, otomotif, tata busana, dan spa)

Untuk bidang otomotif ,LKP yang akan memperkaya profil ditbinsuslat adalah LKP diwilayah Propinsi Jawa Tengah, dan telah ditetapkan dua LKP yang menyelenggarakan program kursus dan pelatihan otomotif , yang kebetulan ditugaskan kepada kami adalah:

  1. LKP. Nissan Fortuna- Kudus
  2. LKP. Yoga Express – Cilacap

Guna efisiesi dan epektifitas kegiatan ini , Sebagai gambaran dari lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan di LKP, panduan observasi dan interview guidenya adalah seperti yang telah dikirimkan via email.

Terima kasih  atas kesedian LKP, yang telah kami hubungi mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya dengan efisein dan epektif, sehingga ada hasil yang baik dari kegiatan ini./Irwan Putra

Kategori:General

Kirab Budaya Cap Go Meh Di Kota Bandung

Februari 12, 2012 Tinggalkan komentar

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Ribuan orang turut meramaikan perayaan Cap Go Meh di Kota Bandung sabtu 11 februari 2012 kemarin. Kegiatan ini dikemas dalam acara Kirab Budaya, karena tidak hanya menampilakan budaya etnis Tiong Hwa tetapi juga dari etnis Sunda. Cap Go Meh merupakan istilah dari bahasa Hokian yang artinya “malam 15″ atau malam ke 15 setelah tahun baru Imlek.

Kirab Budaya Cap Go Meh ini di kota bandung telah saya saksikan untuk kali yang kedua setelah tahun 2011 yang lalu. Perayaan kali ini terasa semakin meriah saja, karena menampilkan atraksi Barongsai yang pantanstis dengan warna-warni yang beragam.

Keunikan lain yang terlihat pada perayaan Cap Go Meh Tahun ini adalah penapilan Naga Long Qing sepanjang lima puluh meter. Secara etimologi “long Qing” berarti cinta universal. Itu adalah naga terpanjang dan dihiasi dengan penerangan sehingga terlihat sangat gagah dan mempesona, ini termasuk naga terpanjang karena dimainkan 15 – 20 orang tidak seperti pada umumnya yang hanya dimainkan 2-5 orang saja.

Keunikan lain perayaan Cap Go Meh di Kota Bandung adalah terlihat

Kirab Budaya

akulturasi budaya yang sangat toleran, peserta kirab bukan hanya warga tionghwa tetapi masyarakat lokal juga ikut ambil bagian dalam kirab budaya tahun ini dan juga tahun sebelumnya. Jika pemain Barongsai yang dalam film-film China dimainkan oleh mereka-mereka yang pendekar Kungfu, tapi terlihat juga para pemain barongsai adalah penduduk lokal.

Kirab budaya seperti ini tampaknya perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan, kemudian menjadi cerminan bagi adanya toleransi yang kuat antara etnis yang beragam di Indonesia. Sesungguhnya harmoni dalam heterogenitas etnis,  merupakan kekuatan yang sangat besar dalam pembangunan nasional jika yang mayoritas dapat memberi ruang bagi yang minoritas, saling memahami, saling menghargai dalam membangun peradaban Indonesia yang semakin baik./Irwan Putra.

 

Kategori:General

Kursus Menembus Daerah Terisolasi

Desember 14, 2011 1 komentar

Liputan Khusus dari Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS)

By: Irwan Putra

PKBM Sungai Lisai

Kamis,  2011 di satu Pagi Buta Bandara Soetta telah ramai oleh penumpang yang datang dan pergi, dari dan ke kota tujuan masing masing di seluruh wilayah Nusantara. Kali ini tujuan perjalanan adalah provinsi Bengkulu, wilayah pantai barat gugusan kepulauan sumatera tepat berhadapan dengan samudra indonesia. Perjalanan kali ini selain melaksanakan tugas peliputan, termasuk juga dalam bagian visitasi terhadap lembaga Paudni yang berencana melaksanakan program bantuan sosial di daerah khusus (PKH-DK) pada tahun 2011

Pesawat yang akan kami tumpangi adalah Sriwijaya Air yang berangkat langsung menuju Bengkulu pada pukul 08:50. Rencananya di pesawat mau tidur saja agar sesampainya di bengkulu cukup energi untuk meneruskan perjalanan menuju lokasi. Ternyata rencana tidak berjalan dengan mulus, berhubung kami satu tempat duduk dengan seorang pejabat dari kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Adalah Bapak Zulkarnain Kepala Bapeda Kabupaten Rejang Lebong. Berikut dialog selama penerbangan menuju bengkulu antara Irwan Putra (IP) dan Bapak Zulkarnain (ZK) ZK: Perjalanan dari mana mas, apakah berdomisili di Bengkulu, IP: Oh, tidak Pak, saya

Tempat Belajar Mengajar

bertempat tinggal di Jakarta, kebetulan ada tugas ke Bengkulu. ZK: Tugas dari mana dan kemana sasarannya, IP: dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdiknas RI, kami berencana akan ke Desa Sungai Lisai, Kabupaten Lebong, disamping akan melihat lokasi secara langsung dan beramah-tamah dengan warga Sungai Lisai, kami juga akan melakukan liputan kondisi pendidikan masyarakat Sungai Lisai. Desa ini melalui sebuah PKBM berencana akan menyelenggarakan Pendidikan Kecakapan Hidup untuk Daerah Khusus (PKH-DK) dengan program keterampilan Anyaman Rotan.

 

ZK: Oh daerah itu jauh mas, jauh sekali. Saya kira daerah itu harus ditempuh dengan berjalan kaki dari desa sebelat ulu. Tadinya daerah itu masuk kabupaten Rejang Lebong, tapi kemudian berdiri sendiri menjadi Kabupaten Lebong, walapuan saya pernah bertugas di Lebong tapi saya belum pernah kesana.

Yeah, itu adalah percakapan yang mengawali perjalanan ke Desa Sungai Lisai kemarin, kami merasa momen ini menjadi penting karena daerah tujuan kali ini termasuk daerah yang sulit untuk ditembus, pada mulanya daerah ini dalam peta nasional, masuk kedalam wilayah pemerintahan kabupaten merangin provinsi Jambi, namun kemudian pada akhirnya berpindah tangan kewilayah pemerintahan provinsi bengkulu.


Mendarat di Bandara Fatmawati Bengkulu, Jasa Travel telah menunggu untuk mengantarkan kami menuju kecamatan Muara Aman kabupaten Lebong. Bisa cerita tentang tujuan kita, demikian pertanyaan pembuka yang saya ajukan kepada pengemudi “Ya pak sekedar info bengkulu ke kabuaten lebong itu maksimal 5 jam pak, trus ke lokasi PKBM yang bapak maksudkan itu bermotor 1,5 jam pak trus nggak bisa lagi bermotor harus jalan kaki pak 4 jam pak sekedar gambaran pak memang ini daerah khusus ini pak ha..ha..ha..walaupun saya belum pernah kesana, tapi saya sering dengar dari masyarakat disekitar Muara Aman” Demikian penjelasan sopir jasa travel ini kepada Saya

Desa Sungai Lisai

Rumah Penduduk

Disebutkan, Desa Sungai Lisai baru bergabung dengan Kabupaten Lebong akhir tahun 2008. Sebelumnya, desa yang terbentuk sejak tahun 1967 itu masuk ke dalam wilayah Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Mereka memutuskan bergabung dengan Lebong, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke Merangin yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama dua hari. Selama lebih dari 40 tahun Desa Sungai Lisai di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, terisolasi. Lokasi desa yang berada di tengah-tengah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menjadi ganjalan membangun desa berpenduduk 367 jiwa itu. Jarak Desa Sungai Lisai ke Desa Seblat Ulu yang merupakan desa terdekat, hanya 9,5 kilometer. Namun, jarak itu harus ditempuh warga Sungai Lisai sekitar tiga jam, dengan berjalan kaki menembus TNKS dan menyeberangi Sungai Seblat tanpa jembatan sebanyak dua kali. Kepala Desa Sungai Lisai Sadriaman (32), Senin mengatakan, kendala utama warga Sungai Lisai selama ini adalah infrastruktur jalan. Akses ke desa yang sulit membuat pembangunan di desa jauh dari optimal.

“Di desa kami tidak ada tenaga medis. Bidan desa juga tidak ada. Kalau ada warga yang sakit parah harus digotong menembus hutan dan menyeberangi sungai ke Puskesmas Ketenong atau ke rumah sakit di Muara Aman. Tahun lalu ada dua warga yang meninggal di jalan karena terlambat dibawa ke rumah sakit,” tutur Sadriaman, Kepala Desa Sungai Lisai.

Kondisi pendidikan, menurut Sadriaman, juga memprihatinkan. Murid sekolah dasar

Menganyam Rotan

(SD) di Dusun Air Putih harus belajar di bawah rumah panggung milik kepala desa karena tidak ada bangunan. Itu terpaksa dilakukan karena murid SD yang masih kecil tidak mungkin harus menempuh perjalanan satu jam berjalan kaki di tengah hutan. Mereka juga harus menyeberangi Sungai Seblat selebar 100 meter untuk mencapai Dusun Sungai Lisai, tempat bangunan SDN 05 Pinang Belapis berada. Kabag Hukum Pemkab Lebong Nirwan juga mengatakan, Desa Sungai Lisai, dari hasil pemetaan di tingkat pusat, masuk dalam Provinsi Bengkulu. Hanya saja, warga desa tersebut yang berasal dari Desa Muara Madras, tinggal memilih mau bergabung ke Bengkulu atau kembali ke tempat asal, yakni Jambi. Sekadar untuk diketahui, penduduk Desa Sungai Lisai mayoritas berasal dari Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat.

Kaya Bahan Baku Rotan

Saat ini di sana tercatat 86 KK atau 319 jiwa. Mereka yang telah menetap selama puluhan tahun awalnya tidak tahu telah bertempat tinggal dan bertani di wilayah Bengkulu. Baru setelah dilakukan pengukuran dan patok batas, warga menyadari telah bertempat tinggal di provinsi lain. Warga Merangin yang berada di desa itu mau tidak mau memilih bergabung dengan Provinsi Bengkulu atau direlokasi ke Jambi, meski pada waktu itu belum diketahui pasti di mana tempat tinggal mereka nanti. Persoalan pemindahan Desa Sungai Lisai Kabupaten Merangin Propinsi Jambi ke Kabupaten Lebong akhirnya selesai tanpa ada permasalahan. Kedua belah pihak telah sepakat, Desa Sungai Lisai yang masuk di Kecamatan Pinang belapis menjadi tanggung jawab penuh Kabupaten Lebong.

 

PKBM Desa Sungai Lisai

Sumber pendapatan penduduk selama ini adalah: Mencari burung (murai batu, kacer, Kapas tembak) dan pertanian kopi, kalau keluar dari sungai lisai ke sebelat ulu 4 jam jalan kaki, menuju kecamatan pinang belapis 1,5 jam dengan menggunakan motor trail. Hal ini disampiakan Faisal Midas Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sungai Lisai Desa kami adalah penghasil padi, kopi, kayu manis, dan nilam. Desa Sungai Lisai terdiri dari dua dusun yakni Sungai Lisai dan Air Putih. Untuk mencapai dusun Air Putih dari Dusun Sungai Lisai diperlukan waktu satu jam berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Seblat sekali.

Pedagang dari kecamatan pinang belapis hanya bisa mencapai sebelat ulu

Diskusi Pada Pagi Hari.

berjarak sekitar 1,5 jam, yang biasa membawa sembako untuk keperluan warga sungai lisai, perdagangan masih dilakukan dengan dua cara, cash and cary uang tunai dan barter antar barang. Sungai lisai kaya dengan ikan, masyarakat setempat menyebutnya dengan ikan putih. Dan ikan ini juga merupakan komoditas perdagangan untuk dibawa keluar sungai lisai.

Ayaman rotan yang dalam bahasa masyarakat setempat disebut dengan (jalik) diproduksi oleh masyarakat dengan pola turun temurun, karena di dukung dengan ketersedian bahan baku. Jalik dibawa keluar sungai lisai untuk diperdagangkan di diberbagai tempat seperti di pasar muara aman dan sekitarnya. Jenis anyaman rotan yang sering diproduksi masyarakat sungai lisai meliputi: Jalik, Keranjang, peci dan berbagai model lain untuk keperluan rumah tangga.

Faisal Midas menambahkan “Kami menginginkan Desa ini semakin terbuka, desa ini kaya dengan rotan berdasarkan kondisi inilah, PKBM Sungai lisai menganggap penting melakukan pembaruan bentuk, pola, dan jenis bahan jadi ayaman rotan, sehingga lebih bernilai teknis, estetis dan ekonomis”. Jika program pelatihan ini bisa kami selenggarakan dengan bantuan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, kami berncana: Hasil produksi akan dipasarkan melalui koperasi yang berada dipasar muara aman. Peserta didik kami adalah warga sungai lisai. Jenis pekerjaan ini tidak terkait dengan persoalan gender artinya boleh dikerjakan oleh laki-laki dan perempuan, sehingga peserta didik yang direkrut oleh PKBM tidak membedakan jenis kelamin dan tidak mengenal tingkatan usia, yang terpenting telah memahami dan menguasai pekerjaan/produksi.

Hidup dan Bersahabat dengan Alam

PKBM fokus kepada pembaharuan desain produk, pengorganisasian kelompok, dan merubah pola produksi dan indivudual menjadi komunal. Dinas pendidikan kota/kasi PNFI mengatakan siap memberikan pengawasan dan pembinaan termasuk pengawasan keuangan, pengorganisasian pelatihan. Pelaporan oleh PKBM Nantinya akan disampaikan secara berkala sesuai kebutuhan, diminta atau tidak oleh dinas pendidikan kabuipaten lebong.

 

Yang telah dilakukan oleh PKBM Sungai Lisai :

o Kesetaran Paket A dan B karena sarana dan prasarana pendidikan formal hanya satu-stunya yang tersedia, satuan pendidikan formal tingkat dasar, berpotensi tutup jika Sarana dan prasarana tidak dipenuhi dalam batas mencukupi dan segera.

o Pembangunan: kesulitan mobilisasi matrial. Harapan, pada masa mendatang masih dibutuhkan pengembangan program-program lain seperti manajemen pengelolaan dan hasil pertanian.

Terkait letak Desa Sungai Lisai yang berada dalam kawasan taman nasional Kerinci Seblat (TNKS), Rustam mengatakan akan mempertimbangkan terlebih dahulu akan letak desa tersebut, pihaknya juga akan berusaha membicarakan masalah ini pada pihak terkait bagaimana jalan keluarnya, kalau memang ada kemungkinan bisa dibuka akses jalan menuju Desa Sungai Lisai, maka akan dibuka akses jalan tersebut. Tapi kalau memang tidak bisa akan dicarikan solusi lainnya. “Kita lihat saja nanti, kita bicarakan dulu pada pihak terkait mengenai kondisi di lapangan. Kalau ada kemungkinan bisa dibuka akses jalan ke sana, kita akan buka tapi kalau tidak nanti kita cari jalan keluar lainnya,” jelasnya. Di akhir kunjungan, warga Sungai Lisai mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, serta berterimakasih atas kedatangan Saya di wilayah ini dan mengharapkan lebih banyak lagi perhatian dari instansi pemerintah lainnya….Irwan Putra

 

Kamis, 22 Juli 2011 Pagi Buta Bandara Soetta telah ramai oleh penumpang yang datang dan pergi, dari dan ke kota tujuan masing masing di seluruh wilayah Nusantara. Kali ini tujuan perjalanan adalah provinsi Bengkulu, wilayah pantai barat gugusan kepulauan sumatera tepat berhadapan dengan samudra indonesia. Perjalanan kali ini selain melaksanakan tugas peliputan, termasuk juga dalam bagian visitasi terhadap lembaga Paudni yang berencana melaksanakan program bantuan sosial di daerah khusus (PKH-DK) pada tahun 2011

Pesawat yang akan kami tumpangi adalah Sriwijaya Air yang berangkat langsung menuju Bengkulu pada pukul 08:50. Rencananya di pesawat mau tidur saja agar sesampainya di bengkulu cukup energi untuk meneruskan perjalanan menuju lokasi. Ternyata rencana tidak berjalan dengan mulus, berhubung kami satu tempat duduk dengan seorang pejabat dari kabupaten Rejang Lebong Provinsi Lampung. Adalah Bapak Zulkarnain Kepala Bapeda Kabupaten Rejang Lebong. Berikut dialog selama penerbangan menuju bengkulu antara Infokursus (IK) dan Bapak Zulkarnain (ZK)

ZK: Perjalanan dari mana mas, apakah berdomisili di Bengkulu, IK: Oh, tidak Pak, saya bertempat tinggal di Jakarta, kebetulan ada tugas ke Lampung. ZK: Tugas dari mana dan kemana sasarannya, IK: dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdiknas RI, kami berencana akan ke Desa Sungai Lisai , Kabupaten Lebong, disamping akan melihat lokasi secara langsung dan beramah-tamah dengan warga Sungai Lisai, kami juga akan melakukan liputan kondisi pendidikan masyarakat Sungai Lisai. Desa ini melalui sebuah PKBM berencana akan menyelenggarakan Pendidikan Kecakapan Hidup untuk Daerah Khusus (PKH-DK) dengan program keterampilan Anyaman Rotan.

ZK: Oh daerah itu jauh mas, jauh sekali. Saya kira daerah itu harus ditempuh dengan berjalan kaki dari desa sebelat ulu. Tadinya daerah itu masuk kabupaten Rejang Lebong, tapi kemudian berdiri sendiri menjadi Kabupaten Lebong, walapuan saya pernah bertugas di Lebong tapi saya belum pernah kesana.

Yeah, itu adalah percakapan yang mengawali perjalanan ke Desa Sungai Lisai kemarin, kami merasa momen ini menjadi penting karena daerah tujuan kali ini termasuk daerah yang sulit untuk ditembus, pada mulanya daerah ini dalam peta nasional, masuk kedalam wilayah pemerintahan kabupaten merangin provinsi Jambi, namun kemudian pada akhirnya berpindah tangan kewilayah pemerintahan provinsi bengkulu.


Mendarat di Bandara Fatmawati Bengkulu, Jasa Travel telah menunggu untuk mengantarkan kami menuju kecamatan Muara Aman kabupaten Lebong.
“Ya pak sekedar info bengkulu ke kabuaten lebong itu maksimal 5 jam pak, trus ke lokasi PKBM yang bapak maksudkan itu bermotor 1,5 jam pak trus nggak bisa lagi bermotor harus jalan kaki pak 4 jam pak sekedar gambaran pak memang ini daerah khusus ini pak ha..ha..ha..walaupun saya belum pernah kesana, tapi saya sering dengar dari masyarakat disekitar Muara Aman” Demikian penjelasan sopir jasa travel ini kepada infokursus

Desa Sungai Lisai

Warga :Menganyam Rotan

Disebutkan, Desa Sungai Lisai baru bergabung dengan Kabupaten Lebong akhir tahun 2008. Sebelumnya, desa yang terbentuk sejak tahun 1967 itu masuk ke dalam wilayah Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Mereka memutuskan bergabung dengan Lebong, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke Merangin yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama dua hari.

Selama lebih dari 40 tahun Desa Sungai Lisai di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, terisolasi. Lokasi desa yang berada di tengah-tengah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menjadi ganjalan membangun desa berpenduduk 367 jiwa itu. Jarak Desa Sungai Lisai ke Desa Seblat Ulu yang merupakan desa terdekat, hanya 9,5 kilometer. Namun, jarak itu harus ditempuh warga Sungai Lisai sekitar tiga jam, dengan berjalan kaki menembus TNKS dan menyeberangi Sungai Seblat tanpa jembatan sebanyak dua kali. Kepala Desa Sungai Lisai Sadriaman (32), Senin mengatakan, kendala utama warga Sungai Lisai selama ini adalah infrastruktur jalan. Akses ke desa yang sulit membuat pembangunan di desa jauh dari optimal.

“Di desa kami tidak ada tenaga medis. Bidan desa juga tidak ada. Kalau ada warga yang sakit parah harus digotong menembus hutan dan menyeberangi sungai ke Puskesmas Ketenong atau ke rumah sakit di Muara Aman. Tahun lalu ada dua warga yang meninggal di jalan karena terlambat dibawa ke rumah sakit,” tutur Sadriaman, Kepala Desa Sungai Lisai.

Gedung Sekolah: Lokasi PKBM

Kondisi pendidikan, menurut Sadriaman, juga memprihatinkan. Murid sekolah dasar (SD) di Dusun Air Putih harus belajar di bawah rumah panggung milik kepala desa karena tidak ada bangunan. Itu terpaksa dilakukan karena murid SD yang masih kecil tidak mungkin harus menempuh perjalanan satu jam berjalan kaki di tengah hutan. Mereka juga harus menyeberangi Sungai Seblat selebar 100 meter untuk mencapai Dusun Sungai Lisai, tempat bangunan SDN 05 Pinang Belapis berada.

Kabag Hukum Pemkab Lebong Nirwan juga mengatakan, Desa Sungai Lisai, dari hasil pemetaan di tingkat pusat, masuk dalam Provinsi Bengkulu. Hanya saja, warga desa tersebut yang berasal dari Desa Muara Madras, tinggal memilih mau bergabung ke Bengkulu atau kembali ke tempat asal, yakni Jambi. Sekadar untuk diketahui, penduduk Desa Sungai Lisai mayoritas berasal dari Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat.

Saat ini di sana tercatat 86 KK atau 319 jiwa. Mereka yang telah menetap selama puluhan tahun awalnya tidak tahu telah bertempat tinggal dan bertani di wilayah Bengkulu. Baru setelah dilakukan pengukuran dan patok batas, warga menyadari telah bertempat tinggal di provinsi lain. Warga Merangin yang berada di desa itu mau tidak mau memilih bergabung dengan Provinsi Bengkulu atau direlokasi ke Jambi, meski pada waktu itu belum diketahui pasti di mana tempat tinggal mereka nanti. Persoalan pemindahan Desa Sungai Lisai Kabupaten Merangin Propinsi Jambi ke Kabupaten Lebong akhirnya selesai tanpa ada permasalahan. Kedua belah pihak telah sepakat, Desa Sungai Lisai yang masuk di Kecamatan Pinang belapis menjadi tanggung jawab penuh Kabupaten Lebong.

PKBM Desa Sungai Lisai

Sekretariat PKMB Sungai Lisai

Sumber pendapatan penduduk selama ini adalah: Mencari burung (murai batu, kacer, Kapas tembak) dan pertanian kopi, kalau keluar dari sungai lisai ke sebelat ulu 4 jam jalan kaki, menuju kecamatan pinang belapis 1,5 jam dengan menggunakan motor trail. Hal ini disampiakan Faisal Midas Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sungai Lisai Desa kami adalah penghasil padi, kopi, kayu manis, dan nilam. Desa Sungai Lisai terdiri dari dua dusun yakni Sungai Lisai dan Air Putih. Untuk mencapai dusun Air Putih dari Dusun Sungai Lisai diperlukan waktu satu jam berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Seblat sekali.

Ruang Belajar PKBM Sungai Lisai

Pedagang dari kecamatan pinang belapis hanya bisa mencapai sebelat ulu berjarak sekitar 1,5 jam, yang biasa membawa sembako untuk keperluan warga sungai lisai, perdagangan masih dilakukan dengan dua cara, cash and cary uang tunai dan barter antar barang. Sungai lisai kaya dengan ikan, masyarakat setempat menyebutnya dengan ikan putih. Dan ikan ini juga merupakan komoditas perdagangan untuk dibawa keluar sungai lisai.

Ayaman rotan yang dalam bahasa masyarakat setempat disebut dengan (jalik) diproduksi oleh masyarakat dengan pola turun temurun, karena di dukung dengan ketersedian bahan baku. Jalik dibawa keluar sungai lisai untuk diperdagangkan di diberbagai tempat seperti di pasar muara aman dan sekitarnya. Jenis anyaman rotan yang sering diproduksi masyarakat sungai lisai meliputi: Jalik, Keranjang, peci dan berbagai model lain untuk keperluan rumah tangga.

Warga Desa Sungai Lisai

Faisal Midas menambahkan “Kami menginginkan Desa ini semakin terbuka, desa ini kaya dengan rotan berdasarkan kondisi inilah, PKBM Sungai lisai menganggap penting melakukan pembaruan bentuk, pola, dan jenis bahan jadi ayaman rotan, sehingga lebih bernilai teknis, estetis dan ekonomis”. Jika program pelatihan ini bisa kami selenggarakan dengan bantuan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, kami berncana: Hasil produksi akan dipasarkan melalui koperasi yang berada dipasar muara aman. Peserta didik kami adalah warga sungai lisai. Jenis pekerjaan ini tidak terkait dengan persoalan gender artinya boleh dikerjakan oleh laki-laki dan perempuan, sehingga peserta didik yang direkrut oleh PKBM tidak membedakan jenis kelamin dan tidak mengenal tingkatan usia, yang terpenting telah memahami dan menguasai pekerjaan/produksi.

PKBM fokus kepada pembaharuan desain produk, pengorganisasian kelompok, dan merubah pola produksi dan indivudual menjadi komunal. Dinas pendidikan kota/kasi PNFI mengatakan siap memberikan pengawasan dan pembinaan termasuk pengawasan keuangan, pengorganisasian pelatihan. Pelaporan oleh PKBM Nantinya akan disampaikan secara berkala sesuai kebutuhan, diminta atau tidak oleh dinas pendidikan kabuipaten lebong.

Yang telah dilakukan oleh PKBM Sungai Lisai :

o Kesetaran Paket A dan B karena sarana dan prasarana pendidikan formal hanya satu-stunya yang tersedia, satuan pendidikan formal tingkat dasar, berpotensi tutup jika Sarana dan prasarana tidak dipenuhi dalam batas mencukupi dan segera.

o Pembangunan: kesulitan mobilisasi matrial. Harapan, pada masa mendatang masih dibutuhkan pengembangan program-program lain seperti manajemen pengelolaan dan hasil pertanian.

Ayaman Rotan

Terkait letak Desa Sungai Lisai yang berada dalam kawasan taman nasional Kerinci Seblat (TNKS), Rustam mengatakan akan mempertimbangkan terlebih dahulu akan letak desa tersebut, pihaknya juga akan berusaha membicarakan masalah ini pada pihak terkait bagaimana jalan keluarnya, kalau memang ada kemungkinan bisa dibuka akses jalan menuju Desa Sungai Lisai, maka akan dibuka akses jalan tersebut. Tapi kalau memang tidak bisa akan dicarikan solusi lainnya. “Kita lihat saja nanti, kita bicarakan dulu pada pihak terkait mengenai kondisi di lapangan. Kalau ada kemungkinan bisa dibuka akses jalan ke sana, kita akan buka tapi kalau tidak nanti kita cari jalan keluar lainnya,” jelasnya. Di akhir kunjungan, warga Sungai Lisai mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Buletin Infokursus dan mengharapkan lebih banyak lagi perhatian dari instansi pemerintah lainnya….Irwan Putra

Kategori:General

Validasi Penilaian Kinerja LKP Tahun 2011

Desember 9, 2011 Tinggalkan komentar

Aplikasi Sistem Online Telah Digunakan Dalam Penilaian Kinerja LKP Tahun 2011

Validasi PK 2011

Istilah Validasi pertama kali dicetuskan oleh Dr. Bernard T. Loftus, Direktur Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada akhir tahun 1970-an, sebagai bagian penting dari upaya untuk meningkatkan mutu produk dan layanan.

(Anonim, 2006) memberikan definisi validasi sebagai :

”Tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi maupun pengawasan mutu akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.” (CPOB: 2006)

Validasi penilaian kinerja lembaga kursus dan pelatihan pada hakekatnya adalah proses memferifikasi kembali terhadap data verifikasi penilaian kinerja LKP yang telah direkam oleh para verifikator. Petugas validasi adalah anggota tim penilai pusat yang ditugasi untuk mengadakan validasi terhadap data yang dikumpulkan di wilayah tertentu yang merupakan sasaran PK-LKP 2011.

Verifikator dengan latar belakang kompetensi, pendidikan dan juga daerah yang berbeda-beda memungkinkan adanya keragaman dalam menentukan hasil verifikasi dari pendalaman bukti terhadap kinerja LKP, juga beberapa faktor  di lapangan memungkinkan adanya proses  yang tidak terekam, sehingga untuk meminimalisir keragaman dalam penentuan bukti kinerja, maka diperlukan validasi terhadap hasil verifikasi tim di lapangan.

Validasi penilaian kinerja LKP bertujuan agar data yang dikumpulkan oleh para verifikator benar-benar mencerminkan atau mendekati kondisi riil LKP yang menjadi sasaran PK-LKP tahun 2011. Verifikasi ini untuk seterusnya di entri kedalam aplikasi Online Penilaian Kinerja LKP yang  kemudian digunakan untuk menetapkan klasifikasi atau peringkat kinerja LKP yang dinilai.

TUJUAN

Validasi hasil verifikasi penilaian kinerja LKP bertujuan untuk:

  1. Meminimalisir kesalahan dalam pengambilan keputusan hasil verifikasi kinerja LKP .
  2. Mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang profil kinerja LKP dari tim verifikator sebagai bahan pengambilan keputusan hasil penilaian akhir kinerja LKP.
  3. Menyamakan persepsi antar verifikator  dan validator dalam memahami dan melihat fakta dan data hasil verifikasi LKP.

Kebijakan Pokok Validasi LKP

Untuk menghindari adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan hasil akhir penilaian, maka berikut beberapa kebijakan pokok dalam proses validasi penilaian kinerja LKP 2011:

  1. Validasi hanya bisa dilakukan kepada LKP yang memiliki NILEK dan memiliki ijin yang masih berlaku (memenuhi syarat penilaian kinerja LKP); jika LKP yang diverifikasi tidak memenuhi syarat tersebut maka dinyatakan diskualifikasi dan tidak akan dilanjutkan pada penilaian berikutnya.
  2. Validasi hanya bisa dilakukan kepada LKP yang diverifikasi oleh petugas yang telah ditunjuk secara resmi oleh UPT atau Ditbinsus.
  3. Jika pada saat validasi verifikator tidak bisa hadir dengan alasan apapun, maka hasil penilaian kinerja akan ditunda sampai verifikator bersangkutan bertemu dan melakukan interview dengan tim Penilai baik di UPT terkait atau langsung ke Kantor Direktorat Kursus dan Kelembagaan di Jakarta.
  4. Lakukan cek di setiap berkas, pastikan sudah ditandatangani oleh  pimpinan lembaga, verifikator dan validator sebagai bukti secara sah atas kegiatan penilaian kinerja lembaga tersebut.
  5. Tim Penilai diberikan kewenangan untuk melakukan koreksi atas hasil verifikasi jika dari hasil interview dinyatakan tidak sesuai antara fakta dengan informasi yang diberikan.
  6. Jika diperlukan, tim penilai dapat melakukan sampling acak ke Lembaga terdekat.
  7. Data hasil verifikasi dilapangan, akan di entri kedalam sistem Online Penilaian Kinerja LKP Tahun 2011

Mekanisme Validasi

  1. Petugas validasi adalah anggota tim penilai pusat yang mendapat surat tugas untuk melakukan validasi di wilayah tertentu.
  2. Petugas validasi menghubungi UPT / ketua tim verifikator untuk menetapkan waktu dan tempat pertemuan  dengan para verifikator.
  3. Tim Sekretariat dan Tim validasi mengatur jadwal validasi dengan masing-masing verifikator dengan mempertimbangkan jumlah verifikator dan jumlah LKP yang dinilai.
  4. Pada pertemuan dengan para verifilkator, petugas validasi menginformasikan jadwal yang telah disusun dan  meminta para verifikator menyiapkan seluruh dokumen hasil verifikasi penilaian kinerja LKP dalam bagian-bagian yang telah dipersiapkan dengan maksimal sebelum proses validasi.
  5. Pada saat proses validasi, verikator secara singkat mempresentasikan hasil verifikasinya,  terkait sasaran / lembaga yang diverifikasi.
  6. Petugas validasi meneliti kembali dokumen yang telah disiapkan oleh verifikator, menelaah dokumen-dokumen pendukung, dan mencocokkan hasil verifikasi yang diberikan oleh verifikator. Apabila terjadi ketidakcocokan data dengan fakta yang ada, petugas validasi akan meminta penjelasan dan argumentasi dari verifikator. Petugas validasi dapat meminta verifikator menyesuaikan hasil verifikasi yang telah diberikan bila terdapat ketidakcocokan dengan fakta yang ada dengan kesepakatan bersama.
  7. Hasil akhir verifikasi yang telah divalidasi ditandatangani oleh verifikator dan petugas validasi.
  8. Berita acara proses validasi harus dibuat sebagai bentuk pertanggung jawaban pelaksanaan tugas.
  9. Dokumen lengkap penilaian kinerja tiap lembaga disimpan di BPPNFI/P2PNFI dan dapat dilihat kembali bila diperlukan di kemudian hari.
  10. Semua dokumen penilaian kinerja LKP bersifat informasi terbatas  dan tidak terbuka kepada pihak lain diluar ditbinsuskel dan UPT di 8 Regional

Validasi merupakan bagian dari program Penjaminan Mutu (Quality Assurance) sebagai upaya untuk memberikan jaminan terhadap akuntabilitas, dan  kualitas (quality) produk-produk industri penilaian kinerja LKP.

Penilaian Kinerja LKP-Tahun 2011, sangat membutuhkan kesabaran, kerja keras, ketelitian tinggi, dan ketahanan terhadap faktor fisik dan syikologis lainnya dari tim Verifikasi, sebelum kelapangan, saat verifikasi dan bahkan pasca verifikasi.

Penilaian Kinerja LKP diharapkan dapat memberikan umpan balik bagi kepentingan pembinaan kelembagaan, sekaligus terklasifikasinya Lembaga Kursus dan Pelatihan secara Nasional.

Terimakasih, Penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada sahabat, teman-teman dan semua saudaraku: Tim Verifikator di 8 Regional BPPNFI/P2PNFI, Pasti sumbangsih dan kerja kersanya tidak akan pernah menjadi sia-sia.  Surabaya Des 2011  (Irwan Putra)

Facebook Sebagai Media Promosi LKP

November 20, 2011 Tinggalkan komentar

 

Promosi LKP Melalui Facebook

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa hampir setiap pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atau sebagian pengguna internet memiliki acount facebook. Coba perhatikan di sekeliling kita, banyak sekali account Facebook dengan awalan LKP, bukan hanya LKP, tetapi juga organisasi profesi dan organisasi mitra yang terkait dengan kursus dan pelatihan. Jika anda memiliki account facebook, coba saja memulai pencarian dengan kata kunci (LKP, HIPKI, HISPPI) pasti jawabannya sangat banyak tersedia. Menurut facebook, pengguna facebook di Indonesia  menduduki urutan ketiga terbesar pengguna facebook setelah Amerika Serikat dan Inggeris (data 3 juni 2010).

Pertanyaan selanjutnya adalah kita membuka facebook rata-rata untuk apa? secara rata-rata kitamem buka facebook adalah untuk update status. Beberapa pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita tahu fasilitas apa saja yang ada di facebook, apakah kita merasa aman menggunakan facebook, apakah kita tahu bahanya menggunakan facebook? Sudahkan kita menggunakan facebook untuk meningkatkan omset bisnis kita secara aman dan tepat dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar facebook yang perlu kita gali lebih dalam.

Memiliki account facbeook, sesungguhnya dapat digunakan sebagai media promosi yang epektif, jika kita menggunakannya secara bijak dan tepat. Pertanyaannya tetap kembali kepada alasan mengapa kita harus memiliki facebook, kecuali jika satu-satunya alasan adalah untuk sekedar bersiraturahmi dan berkomunikasi dengan saudara, kolega, dan pencarian teman lama.

Jika alasan kita memiliki account facebook adalah untuk memperluas informasi kelembagaan Kursus dan Pelatihan yang kita kelola, ternyata sebagian besar kita “mungkin” masih belum epektif dalam penggunaannya. Fakta yang ada adalah kemenangan Barack Obama sebagai Presiden Amerika juga tidak terlepas dari account facebook yang dimilikinya. Bedanya Obama menggunakannya dengan epektif sementara sebagian besar pengelola LKP belum melakukannya secara serius.

Beberapa Hal Yang Mungkin Harus Dilakukan

Untuk memperluas cakupan pemasaran LKP melalui facebook ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan, Jika alasan menggunakan account facebook untuk media informasi dan promosi lembaga kursus dan pelatihan:

  1. Bedakan secara tegas, antara account facebook pribadi anda dengan accunt Facebook LKP yang anda kelola
  2. Sebaiknya account Facebook LKP anda dibuat dalam bentuk halaman dengan setingan terbuka.
  3. Pastikan LKP yang anda kelola membuat satu group facebook, dengan memberi hak akses kepada pihak lain sebagai admin, agar pengelolaan informasi menjadi terbagi dan bervariasi
  4. Pastikan secara berkala account facebook LKP yang dikelola mendapatkan pertemanan dari pengguna account facebook yang lain
  5. Pastikan sasaran pertemanan baru LKP anda adalah mereka yang potensial akan menjadi peserta didik di LKP yang anda kelola, tentu dengan kisaran umur dan  spesifikasi yang anda inginkan.
  6. Pastikan  account facebook anda terkoneksi secara baik dengan handphone anda, sehingga anda bisa mengikuti perkembangan facebook anda dari segala tempat yang anda inginkan.
  7. Isi status anda dengan perkembangan lembaga terkini, actual dan informasi terhadap aktivitas yang sedang berlangsung atau kegiatan yang satu jam telah berlalu.
  8. Seleksi betul konfirmasi terhadap pertemanan baru
  9. Buat koneksi dengan halaman dan group yang telah memiliki anggota yang relative besar

10.  Pastikan anda memperoleh pertemanan dari mereka yang berusia remaja, disekitar LKP anda, atau dalam wilayah Provinsi/kabupaten/kota dimana anda berdomisili.

Prinsipnya bedakan antara facebook anda pribadi dan facebook LKP anda, sehingga pada facebook LKP hanya akan memuat informasi seputar aktivitas lembaga dan berbagai keunggulan yang dimiliki, biarkan anggota pertemanan yang mengometarinya, dan cepat memberikan tanggapan atas  email dan berbagai informasi yang mereka butuhkan.

Dengan cara ini, pertemanan anda dengan mereka akan berpotensi menimbulkan agen-agen penjualan baru, dan  sekaligus market baru bagi calon-calon perserta didik di LKP yang anda kelola. Memetakan kembali semua jenis pertemanan anda melalui account facebook cepat atau lambat akan memperluas pencitraan public LKP anda, tidak seperti selama ini yang banyak terjadi  facebook satu LKP berteman hanya dengan LKP lainnya, berteman dengan asosiasi profesinya, lembaga mitra dan sebagainya. Hal ini bukan berarti tidak baik. Sangat baik untuk menjalin komunikasi antar lembaga, namun tidak berpotensi menumbuhkan pasar baru bagi penjualan  program2 yang dikembangkan di Lembaga Kursus dan Pelatihan yang dikelola.

Selain hal tersebut di atas, anda juga harus tahu hal-hal yang harus dihindari seperti membuat banyak profile dengan nama samaran, spaming email, mencantumkan data pribadi yang sangat sensitif; Cukup luangkan waktu 5 menit sehari berkunjung ke facebook dengan tak mengabaikan tujuan kita yaitu membangun bisnis jangka panjang. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam jangka waktu 5 menit tersebut adalah Update status, lihat status friends di News Feed dan pilih siapa yang ingin anda lihat, ucapkan ulang tahun pada teman, berikan komentar atau like untuk newsfeed yang berhubungan atau share, cek inbox dan jawab. Dengan hanya meluangkan waktu 5 menit saja, anda tidak akan mengganggu pekerjaan utama anda.

Semoga informasi yang sedikit ini bisa menambah manfaat dalam menggunakan facebook untuk pertumbuhan LKP Kita/ Irwan Putra.

 

Kategori:General

Tetap Teruskan

November 16, 2011 Tinggalkan komentar

Pastikan Target

Jika mengira meraih kesuksesan besar itu mudah, ternyata kita sama sekali tidak memahami cara kerja dan proses, atau telah menetapkan pandangan atas sesuatu dengan ukuran terlalu rendah.

Meraih puncak dalam bidang apapun, selalu ada kesulitan, menghabiskan waktu, dan sering sekali membosankan. Alasan mengapa di puncak tidak tersedia banyak orang adalah karena kebanyakan orang tidak akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk meraih kesuksesan.  Kebanyakan kita terlalu dengan senang hati menyerah ketika keadaan menjadi sulit. Jika kita memerlukan inspirasi untuk bertahan, pilihannya adalah membaca biografi orang-orang yang telah meraih kejayaan dalam hidup mereka.

Kita akan mendapati bahwa mereka akhrinya menang karena mereka tidak mau berhenti, mereka terus tertatih-tatih sendirian, dan lama setelah orang lain sejak mencoba menyerah pulang/Irwan Putra

Kategori:General
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: